Selasa, 13 Maret 2012

Lindungi dia untukku, Tuhan

Aku pikir benar apa yang dikatakan dalam buku Rahasia Cinta Don Juan [the love secrets of Don Juan] yang sedang aku baca tapi belum sempat menyelesaikan hingga kini. Dalam buku itu dikatakan bahwa, wanita memang lebih pintar memainkan peran sebagai diri mereka sendiri ketimbang kita para pria. Hal ini bisa aku rasakan saat ini, saat dimana aku sedang benar-benar merindukan kasih sayang dari kekasih, merindukan belaian lembut jari-jemarinya di pipi, rindu pelukan hangat dan belaian mesra di rambutku saat ku rebahkan kepalaku di pangkuannya.

Kesepian mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan ini. Saat sendiri seperti ini apakah dirinya disana merasakan hal yang sama denganku ? itu adalah pertanyaan yang sering terlintas dalam pikiranku. Bisa dikatakan aku memang tidak terlalu pandai memainkan emosi jiwa ini dibandingkan denganya yang bisa menutupi semua rasa rindu dan benci dalam kediaman dirinya disana. Dari sms yang aku baca, dari cara dia menuliskan huruf demi huruf yang kemdudian dikirimkan kepadaku untuk membalas sms yang aku kirim, aku tahu bahwa dia sedang menahan diri untuk tidak lagi berhubungan denganku. Aku tahu itu dari semua tingkah laku yang bisa aku baca, dia tidak lagi mengirimkan sms, tidak lagi mengucapkan selamat tidur, tidak lagi memberiku semangat saat aku membutuhkan support dalam menghadapi hidup. Meskipun kadang dia sms, namun untuk apa dia sms di tengah hari menjelang aku terpejam untuk merajut mimpi yang tak kunjung jadi kenyataan ?

Aku tahu dirinya sedang membutuhkan support dalam menyelesaikan masa studinya, tapi apakah aku masih pantas untuk memberinya support, sedangkan sudah ada orang lain yang lebih pantas untuk melakukan itu ? Aku selalu berpikir demikian karena aku tidak mau nanti aku dianggap tidak tahu diri karena telah mengganggu hidup orang lain. Tapi di lain sisi, aku hanya ingin membalas semua budi yang dulu pernah ia berikan kepadaku di saat yang sama, saat aku berusaha menyelesaikan tugas akhir kuliahku. Hanya itu yang ingin aku lakukan untuknya, setidaknya hingga dia menyelesaikan masa akhir kuliahnya itu. Setelah itu mungkin lebih baik aku pergi jauh dari hidupnya untuk selamanya, bukan mati loh, siapa juga yang pengen mati muda, aku kan juga pengen ngerasai nikah, punya anak dan membesarkan anak-anakku dengan istriku kelak. Yah, meskipun kadang aku lebih sering berfikir apakah lebih baik aku meninggalkan dirinya di saat dia sangat membutuhkan support dari orang-orang di sekitarnya (*tanpa kecuali keluarganya) ? Entahlah, memang mungkin benar kata yang Don Juan dalam novel itu, bahwa pria itu tidak seperti wanita yang dengan mudahnya dapat menyembunyikan perasaan yang sedang melandanya saat ini.

Entahlah, siapa kiranya yang bisa menjawab semua pertanyaan ini ? haruskan aku pergi meninggalkan dia disaat dia membutuhkan support seperti sekarang ini ? apakah kalau aku melakukan itu aku bukan orang yang kejam, yang tidak tahu balas budi ? Ataukah aku harus tetap disini, menemani dirinya, mensupport hingga ia menyelesaikan masa studinya sebagai balas budiku kepadanya yang dulu telah dengan setiap menemani, mensupport diriku hingga aku selesai skripsi ? Aku pikir, toh ini bukan salah dia, aku juga mau menyalahkan orang tuanya juga tidak bisa, karena ini memang gambaran dari sebuah rasa pengabdian seorang anak kepada orang tuanya yang telah membesarkan, mendidik, merawat dan menyayangi dirinya hingga seperti sekarang ini.

Oh Tuhan, lindungi dirinya dan keluarganya, jaga dia selalu dalam kondisi sehat, sehingga ia bisa selalu semangat dalam menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab yang ia emban. Aku tahu Kau lebih tau perasaanku dari pada dirinya disana, so aku serahkan semau kepadamu Tuhan dan tolong jangan biarkan ia meraskan kesedihan seperti yang telah aku lakukan kepadanya dulu, biarkan dia bahagia meskipun tak bersamaku (*belum tentu juga kalau bersamaku dia akan bahagia, ya gak Tuhan ?). Meskipun aku kadang merasa sangat benci dengan semua kepura-puraan dan kepintarannya menyembunyikan perasaan yang sedang melanda dirinya itu.
lintasberita Share on Tumblr

Minggu, 11 Maret 2012

I will survive

Yeah, the title (above) of this post should be a great theme for me today, I guess so. Meskipun sebelum ini semua, rasanya otak ini tidak bisa tenang, hati rasanya gundah gulana bagaikan sebuah kaleng kosong yang diisi penuh dengan batu dan sampang kemudian ditendang kesana-kemari oleh anak SD yang baru pulang sekolah sambil berlarian dengan baju seragam dicopot dan diikatkan di kepala mereka. Setidaknya begitulah apa yang beberapa jam lalu aku rasakan, rasanya otak ini seperti kaleng yang ditendang oleh anak-anak SD baru pulang sekolah itu. 

Revisi skripsi isn't the main problem for me, but it's all about my heart yang masih belum bisa tenang menghadapi kenyataan ini. Sepertinya aku dulu pernah merasakan apa yang sedang aku rasakan ini, tepatnya sekitar dua tahun yang lalu dan sepertinya ini adalah bulan yang sama ketika aku mengalami pengalaman buruk ini (hope it will be a great experience someday). Tapi kenapa kejadian ini berulang tepat dibulan yang sama, tapi sejujurnya aku tidak begitu ingat apakah ini benar-benar bulan yang sama ketika aku mengalami hal ini dua tahun yang lalu. Meskipun aku melihat beberapa koleksi foto saat ke Padang disana nampak tanggalnya memang tanggal 18 tapi bulannya itu loh yang sama, yaitu bulan Maret .  Oh shit! jadi ini benar-benar bulan yang sama dengan dua tahun lalu ?

Ok, ok, itu tidak perlu dibahas, terlalu menyakitkan kalau harus mengenang masa lalu (sok galau), meskipun sebenarnya sekarang (yang dua tahun lalu) bukan masalah lagi. Sekarang aku hidup di masa ini, dan apa yang sedang aku hadapi adalah soal perasaan yang sedang aku rasakan, bukan perasaan yang dua tahun lalu aku rasakan. So, yang dua tahun lalu kita jauhkan, kalau perlu kita buang ke samudra Hindia untuk selamanya agar tidak kembali teringat (memang bisa ya).

Ah, aku pikir pembaca akan terlalu bosan dengan banyak basa basi seperti di atas, jadi langsung ke apa yang ingin aku jadikan pokok tulisan disini saja. Yaitu tentang sebuah lagu yang lagi klop dengan kondisi jiwaku yang kalau kata anak jaman sekarang disebut "galau" (mungkin aku lebih seneng menyebut ini dilema). So, the song that really suitable for my soul is a song wich one I use for this post. Yeah thats right "I Will Survive" is a song that really suitable for my soul right NOW!. The lyric really can make me fell the same as the author of this song (I guess).  This song really can motivate my self,  seperti dalam lagu itu, ditinggal oleh sang kekasih, dan berusaha untuk tetap bertahan meski tanpa kekasih hingga akhirnya mendapatkan kekasih baru (hope best than before).

So, this is the song (enjoy it)  

I Will Survive chords by Cake
Am-Dm-G-C-F-Bm-Em-E

Am                              Dm                         G
At first I was afraid, I was petrified I kept thinkin' I could never live
             C                       F                               Bm
without you by my side But then I spent so many nights just thinking how you’ve 
                           Em             E
done me wrong And I grew strong, I learned how to get along...

               Am              Dm                   G
And so you're back from outer space, I just walked in to find you here with 
            C                                       F
that, that look upon your face,  I should have changed my fucking lock, I 
            Bm                                    Em
would have made you leave your key- If I’d have known for just one second you'd 
     E
be back to bother me. 


       Am                Dm                  G                     C
Oh now go, walk out the door, Just turn around now, you're not welcome 
        F                                    Bm
anymore. Weren't you the one who tried to break me with desire? Did you think
      Em                        E
I'd crumble? Did you think I'd lay down and die?

       Am          Dm                G                             C
Oh not I, I will survive, Yeah, as long as I know how to love, I know I'll be
                 F                            Bm
alive. I've got all my life to live, I've got all my love to give, I will 
   Em              E
survive, I will survive, Yeah, yeah...

(SOLO)

         Am                                       Dm                G
It took all the strength I had just not to fall apart,  I’m tryin' hard to 
                        C                        F
mend the pieces of my broken heart, And I spent oh so many nights just 
           Bm                        Em             E
feelin' sorry for myself, I used to cry, But now I hold my head up high. 


               Am                Dm                 G
And you’ll see me with somebody new, I'm not that stupid little person still 
     C                        F                                    Bm
in love with you. And so you thought you’d just drop by and you expect me to 
                      Em                          E
be free, But now I'm saving all my lovin' for someone who's lovin' me, 



       Am                Dm                  G                     C
Oh now go, walk out the door, Just turn around now, you're not welcome 
        F                                    Bm
anymore. Weren't you the one who tried to break me with desire? Did you think
      Em                        E
I'd crumble? Did you think I'd lay down and die?

       Am          Dm                G                             C
Oh not I, I will survive, Yeah, as long as I know how to love, I know I'll be
                 F                            Bm
alive. I've got all my life to live, I've got all my love to give, I will 
   Em             E
survive, I will survive, Yeah, yeah... [chord source from Ultimate-guitar.com]
Ok, from the lyric above.......
like this one 
At first I was afraid, I was petrified I kept thinkin' I could never live without you by my side But then I spent so many nights just thinking how you’ve done me wrong And I grew strong, I learned how to get along...
Aku pun berfikir sama dengan lirik itu, aku pikir aku akan susah untuk bertahan tanpa seorang kekasih yang akan selalu setia dan sabar mendampingiku menjalani hidup yang berat ini. Seorang kekasih yang bisa menjadi teman dikala sepi, yang bisa menjadi konsultan disaat aku membutuhkan seseorang untuk berbagi dan masih banyak hal lain yang bisa aku share dengan kekasihku dan begitu juga saat dia membutuhkan aku. Pesimis itu mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan diriku saat itu (sebelum secara tidak sadar memutar lagu ini dan ternyata liriknya kok really motivated my self). pikir, untuk apa aku terlau berlarut-larut dalam kesedihan hati karena ditinggal kekasih, aku pikir aku bisa lebih kuat dan aku bisa belajar banyak dari semua iniHingga akhirnya aku ( grew strong, I learned how to get along).

Next lyric that really could motivated my soul is like this (below)
Oh not I, I will survive, Yeah, as long as I know how to love, I know I'll be alive. I've got all my life to live, I've got all my love to give, I will survive, I will survive, Yeah, yeah...
Yeah, aku rasa aku bisa bertahan dalam kondisi seperti ini, setidaknya aku juga masih mengerti dan tau bagaimana caranya untuk mencintai, baik itu mencintai orang lain (mungkin wanita lain, someday), keluarga, teman dan diriku sendiri. Dan apa yang terjadi ini tidak akan bisa membunuhku, aku akan tetap hidup meskipun tanpa kekasih dan cinta darinya lagi, aku pikir aku tau bagaimana cara menghidupkan hidupku ini. Ya! aku bisa bertahan, aku yakin aku bisa bertahan tanpa cinta darinya dan suatu hari nanti aku pasti akan mendapatkan cinta yang lebih baik (hope the best) dari cintanya (be positive thingking aja)
lintasberita Share on Tumblr
 
share