21 November 2009

PEREMPUAN


Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa perempuan. Tanpa mereka , hati, pikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di surga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa.

Kepada perempuanlah lelaki memanggil ibu, istri, atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin hendak meluruskan mereka.

Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah mereka dengan petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh-Nya. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya.
Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar... Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita... Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan mesalah... Kenalkan mereka kepada Allah, Dzat yang kekal, di situlah kuncinya.

Akal yang setipis rambutnya, tebalkan ia dengan ilmu.... Hati yang serapuh kaca, tebalkan ia dengan iman.... Perasaan yang selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak....

Suburkanlah, karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri ataupun women gladiator.
Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan Sebaliknya di situlah kasih sayang Tuhan, karena rahim perempuan yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki2 wajah: negarawan, karyawan,jutawan dan wan-wan lain. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.
Perempuan yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,bahkan mereka pula membengkokkan. Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh kaum perempuan... daripada perempuan yang dirusak oleh laki-laki...Sebodoh-bodoh perempuan pun bisa menundukkan sepandai-pandainya lelaki.

Itulah akibat apabila perempuan tidak kenal Tuhan. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan puteri. Bila perempuan durhaka, dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.

Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepemimpinan. Pastikan sebelum memimpin perempuan menuju Allah, pimpinlah diri sendiri dahulu kepada-Nya. Jinakkan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita. Jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah Kalau pribadi belum lagi seperti Sayidina Ali.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita umat Islam agar selalu istiqomah di jalan-Nya.




19 November 2009

Kembali Seperti Dulu

hah, memang udah nasib idupku yang kayak gini kali ya ?
jadi buat apa dipikirin lagi ?
tapi aku cuman heran aja
kenapa sulit banget buat ngelupain semua yang pernah terjadi
semua kisah hidup ini aku pengen lupain semua
semua yang pernah ada dalam hidupku
biar hati ini tak sakit terus
biar hidup ini bisa tenang dan damai tanpa ada ingatan yang menyakitkan lagi
andai itu bisa ?
atau mungkin haruskan aku dilahirkan kembali
seperti dulu waktu peratama aku ada di dunia ini
bahkan, aku gak ingat sama sekali ketika aku masih kecil dulu
aku pengen semua ini terlupakan
rasa sakit, kecewa, dan penderitaan ini



17 November 2009

Ijinkan Aku Menangis


masih bolehkan aku menangis untuk membasahi mata ini yang kering
biar semua air mata yang beku ini bisa mencair
agar hati yang beku ini dapat berubah menjadi lunak seperti air
air mata ini pun menetes dan terus menetes
aku hanya ini meluapkan semua yang ada di hati dan pikiranku
agar semua orang tau bahwa aku pun bisa menangis tersedu2
agar mereka tau bahwa aku tak sekuat batu karang
hatiku pun kini tak seluas samudra untuk menampung semua gundah dan gelisah ini
biarkan aku menangis meski tak seorang pun dapat mendengar tangisan hatiku
meski mereka selalu menganggap aku hebat dan kuat bagai karang di lautan
mereka hanya selalu berfikir aku ini bisa dan hebat bagai panasnya siang
tapi kenyataan tak selamanya seperti harapan, dan kini harapan itu telah hilang entah kemana

16 November 2009

Terserah Kalian

cukup sekian aku menuntut semua dari kalian
sekarang silahkan kalian berjalan sendiri
aku udah terlalu lama menuntun kalian berjalan
dan kini waktumu untuk berjalan sendiri


sudah cukup sekian aku selalu mengingatkan
sekarang waktunya kalian untuk sadar dimana kalian bertanggung jawab
aku selalu memberikan waktu buat kalian untuk berjalan
tapi apa ??

kini terserah kalian

15 November 2009

Pacaran: Eksperimentasi Seksual





Naaak, kalo pacaran jangan lama-lama..
Pernah mendengar anjuran seperti diatas? Atau mungkin pernah mendengar anjuran lain yang tidak terlalu jauh berbeda, seperti:

Naak, kan udah pacaran lama, buruan nikah
Mungkin disatu sisi, kita akan berpikir bahwa untuk mempersiapkan
diri menuju jenjang perkawinan tentunya bukan perkara mudah, tapi mungkin dua anjuran atau wejangan diatas ada benarnya. Sebelum membahas lebih dalam, saya akan menjelaskan definisi pacaran terlebih dahulu, pacaran merupakan hubungan lawan jenis secara permanen yang dirasakan nyaman, disukai, dan berkemungkinan untuk dilanjutkan kearah pernikahan. Meskipun memiliki banyak fungsi, pacaran pada rentang usia remaja dan dewasa memiliki fungsi diantaranya untuk rekreasi, memperoleh persahabatan tanpa menikah, memperoleh status, sosialisasi, eksperimentasi seksual, serta memperoleh keintiman.

Diantara banyak fungsi tersebut, pacaran menurut Spanier (dalam Duvall & Miller, 1985) lebih erat kaitannya dengan perilaku seksual.Walaupun sempat merasa kurang yakin dengan penjelasan tersebut, fakta yang saya temui ternyata cukup mencengangkan. Artikel yang dimuat Kompas 28 Januari 2005 dengan judul ”40 % kawula mudangeseks di rumah” mengungkap bahwa 474 remaja dengan usia 15-24 tahun yang menjadi partisipan penelitian 44 % diantaranya mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum berusia 18 tahun. Mereka yang melakukan hubungan seksual 85 % diantaranya melakukan dengan pacarnya, dan sebanyak 36 % menyatakan bahwa mereka mengenal pasangannya kurang dari enam bulan. Adapun penelitian ini dilakukan di wilayah Jakarta dan sekitar, Bandung, Surabaya, dan Medan.Dalam berpacaran sendiri perilaku seksual dapat dikategorikan menjadi 10 perilaku, yaitu: 1.) pegangan tangan, 2.) berangkulan, 3.) berpelukan, 4.) berciuman pipi, 5.) berciuman bibir, 6.) meraba-raba dada, 7.) meraba-raba alat kelamin, 8.) menggesek-gesekan alat kelamin, 9.) oral seks, dan 10.) sexual intercourse.

Pada umumnya, untuk mencapai sebuah tahap perilaku tertentu harus terlebih dahulu melakukan tahap sebelumnya. Sebagai contoh, untuk mencapai perilaku berciuman pipi, maka diasumsikan sebelumnya telah melakukan berpegangan tangan, berangkulan, dan berpelukan. Dalam kesehariannya, mungkin bisa dijabarkan secara sederhana bahwa dalam berpacaran biasanya individu ‘baru berani’ berpegangan tangan setelah sekian waktu. Untuk kemudian, ‘baru berani’ rangkulan atau pelukan setelah sekian lama pula. Begitu pula perilaku seksual berikutnya, ‘baru berani’ setelah waktu tertentu.

Di Indonesia sendiri, penelitian serupa pernah dilakukan Ariyanto (2008) dengan sampel mahasiswi salah satu Universitas ternama di Indonesia. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa diantara  138 partisipan, perilaku seksual yang paling banyak dilakukan adalah berciuman bibir dengan persentase sebesar 57 persen. Adapun waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk bisa mencapai perilaku berciuman tersebut adalah 4, 4 bulan.
Tingginya persentase berciuman, menurut Ariyanto (2008) terjadi karena masih adanya norma yang mengikat para individu untuk menjaga hubungan pacaran dalam batas yang wajar. Tidak melakukan hubungan sexual intercourse (penetrasi penis kedalam vagina)sampai mereka berada dalam hubungan pernikahan yang sah. Berciuman merupakan perilaku seksual yang, walaupun juga dilarang, tapi masih dianggap sebagai perilaku yang wajar dilakukan oleh pasangan.

Untuk perilaku seksual yang lain, meraba-raba alat kelamin dilakukan setelah 5, 6 bulan, dan oral seks dilakukan setelah 6, 2 bulan. Untuk sexual intercourse waktu rata-rata yang diperlukan adalah 10, 1 bulan
dengan persentase yang melakukan sebesar 6, 5 % dari 138 partisipan.Penelitian diatas juga menghasilkan temuan bahwa yang mempengaruhi aktivitas perilaku seksual dalam berpacaran, selain lama berpacaran,
adalah frekuensi pengalaman dalam berpacaran. Sebagai contoh, seorang yang pernah berpacaran sebanyak 10 kali memiliki kecendrungan yang lebih tinggi untuk melakukan perilaku seksual lebih banyak dibandingkan orang lain yang hanya 5 kali berpacaran. Berbagai teori yang membahas aktivitas perilaku seksual memang mencoba menjelaskan banyak alasan mengenai apa yang menyebabkan aktivitas seksual itu terjadi. Mengingat usia partisipan dalam penelitian tersebut dapat dikategorikan remaja akhir yang cukup banyak melakukan aktivitas dengan teman sebaya, maka factor tersebut tidak dapat dikesampingkan. Newcomb, Huba, and Hubler (1986) mengatakan bahwa perilaku seksual juga dipengaruhi secara positif orang teman sebaya yang juga aktif secara seksual.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai perilaku seksual dalam berpacaran, maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan perlu ditingkatkan kewaspadaan seiring dengan meningkatnya periode dan frekuensi pengalaman berpacaran.

Nova Ariyanto JoNo

Sumber:

Ariyanto, N. (2008). Hubungan citra tubuh dengan perilaku seksual dalam berpacaran pada remaja putri. Depok: F. Psi UI.
Damayanti, R. (2007). Peran biopsikososial terhadap perilaku berisiko tertular hiv pada remaja slta di DKI Jakarta. Jakarta: FKM UI.
Duvall, E.M., & Miller, B.C. (1985). Marriage and Family Development (6th edition). New York: Harper & Row.
Newcomb, M.D., Huba, G.J., & Bentler, P.M. (1986). Determinants of Sexual and Dating Behavior Among Adolescent. Journal of Personality and
Social Psychology, Vol. 50, No. 2,428-438. January 18, 2008. ABI/INFORM Global (APA) database.



Cantik Itu Matematika

146532556_ad2ce9f325WajahPernahkan anda berjalan disuatu tempat dan kemudian berpapasan dengan seorang lawan jenis yang membuat anda tidak bisa memindahkan pandangan anda darinya?
Pada tulisan sebelumnya, “Kenapa Bisa Suka?” kita menjelaskan bahwa individu yang berpenampilan menarik lebih mudah disukai dibanding yang tidak menarik. Berdasarkan pernyataan tersebut, sedikit banyak muncul pertanyaan: Seperti apa yang menarik?. Sebagai individu yang unik, manusia tentu memiliki selera masing-masing. Namun, Thompson (2001) menjelaskan bahwa kecantikan, dalam menilai tubuh, adalah relatif. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor, namun faktor yang paling berpengaruh adalah faktor
sosiokultural. Masyarakat menentukan apa yang menarik dan apa yang tidak.
Pernyataan Thompson diatas didukung oleh beberapa penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan memiliki kesamaan dalam menilai apa yang menarik dan apa yang tidak. Dalam menilai seseorang menarik atau tidak, terdapat beberapa hal yang diperhatikan.
Wajah. Wajah yang menarik memiliki beberapa kriteria. Yang pertama adalah proporsi antara mata, jarak antar mata, lebar hidung serta lebar dari mulut yang seimbang*. Jika faktor pertama adalah proporsi secara vertikal, maka faktor kedua adalah proporsi secara horizontal atau lebar dari wajah. Untuk pria, wajah yang menarik bagi lawan jenisnya adalah wajah yang lebih lebar atau kotak**. Sedangkan untuk para wanita, wajah yang lebih mengerucut lebih diminati oleh kaum pria. Lebar dari wajah tersebut dipengaruhi oleh hormone testosterone yang ada didalam tubuh individu. Wajah yang lebih lebar memiliki kandungan testosterone lebih tinggi. Faktor ketiga adalah simetrisitas dari wajah. Wajah yang menarik akan memiliki ruas kiri dan ruas kanan yang proporsional.
Tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UCLA, para pria menyukai wanita yang memiliki payudara yang indah. Tidak harus besar, tapi memiliki proporsi yang tepat antara ukuran payudara dengan ukuran tubuh dari wanita. Kecendrungan tersebut muncul dengan asumsi bahwa payudara merupakan symbol dari kesehatan reproduksi untuk bayi yang akan dilahirkan. Berkaitan dengan system reproduksi tersebut, tubuh wanita yang menarik adalah yang memiliki perbandingan pinggang dan pinggul dengan skala 0,7 dan 1. Dimana pinggul sedikit lebih besar daripada pinggang.


Untuk para wanita, tubuh pria dikatakan menarik dengan beberapa kriteria. Yang pertama adalah lebar dari bahu. Pria akan lebih disukai jika mereka memiliki bahu yang lebar dan bentuk tubuh yang tegap. Yang kedua adalah dada yang bidang. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa wanita memiliki kriteria yang lebih penting dalam melihat pria selain dari faktor tubuh, yaitu finansial. Bagi para wanita, pria akan tampak jauh lebih menarik jika ia memiliki gaji yang tinggi dan kemapanan dalam aspek finansial. Hal tersebut muncul karena pria akan menjadi kepala keluarga, sehingga harus mampu menghidupi keluarga. Salah satu prediktornya adalah dengan melihat aspek finansial tersebut.

Gesture atau gerakan. Sadar tidak sadar ada beberapa gerakan yang menarik untuk kita perhatikan. Jika anda pernah mendengar istilah sexy comes from the inside, seseorang yang ‘berpembawaan’ menarik membuat kita akan menangkap lebih banyak setiap gerak-geriknya. Gerak-gerik tersebut lebih dominan terlihat pada wanita, seperti saat wanita mengibaskan rambutnya atau dari tatapan matanya.
Sebuah eksperimentasi dilakukan di UCLA terhadap sejumlah pria dan wanita. Dalam penelitian tersebut, pria dan wanita diminta untuk berjalan seperti biasa. Tidak lama kemudian, mereka diminta untuk berjalan seakan-akan mereka sedang diperhatikan oleh lawan jenisnya. Saat mereka merasa diperhatikan terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari cara mereka berjalan. Pada wanita, saat mereka merasa diperhatikan, bagian pinggul mereka menjadi lebih aktif dalam berjalan. Selain itu, bahu lebih ditarik kebelakang dan dada lebih dibusungkan kedepan. Pada pria, gerakan menarik bahu kebelakang dan dada lebih dibusungkan juga muncul. Tetapi yang dominan adalah para pria lebih sedikit menggerakkan sikunya kedepan kebelakang. Gerakan-gerakan tersebut muncul sebagai bentuk menarik perhatian dari lawan jenis. Maka dari itu, jika suatu saat anda memperhatikan seseorang dan mereka mengubah gerakannya seperti yang dicontohkan diatas, besar kemungkinan dia sedang berusaha menarik perhatian anda.

Suara. Mungkin anda pernah menerima telfon dari seorang yang tidak dikenal dan anda berkomentar, “wah suaranya seksi betul” dan kemudian berfikir bahwa orang tersebut pastinya juga menarik dari segi fisik?. Suara yang menarik memiliki beberapa kriteria. Berdasarkan sebuah penelitian, suara pria yang menarik adalah suara dengan nada rendah. Sedangkan suara wanita yang menarik bagi pria adalah suara dengan nada yang lebih tinggi. Selain faktor wajah diatas, suara juga dipengaruhi oleh faktor hormone testosterone untuk pria dan hormone estrogen untuk wanita. Dan sedikit bersinggungan dengan faktor gerakan sebelumnya, pada suara juga terdapat istilah bukan apa yang disampaikan tapi bagaimana cara menyampaikannya. Maka dari itu anda mungkin menemukan beberapa orang yang membicarakan hal yang sama dengan tingkat nada suara yang tidak jauh berbeda tapi menilai satu atau dua menarik karena cara mereka menyampaikannya.
Scent atau aroma. Tubuh manusia memiliki aroma masing-masing, hal tersebut terjadi karena setiap manusia memiliki zat kimia yang dilepaskan tubuh atau yang biasa disebut dengan pheromone. Pheromone tersebut merupakan salah satu zat yang dapat menarik lawan jenis karena aromanya yang unik. Pada wanita, dua minggu setelah mengalami mensturasi merupakan masa ovulasi atau masa subur. Pada masa ini, pheromone yang dikeluarkan oleh pria akan menjadi lebih menarik bagi wanita yang sedikit banyak akan menjadi nilai tambah bagi kaum pria.
Kulit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, secara garis besar individu akan lebih menyukai kulit yang memiliki warna atau kompleksitas yang merata. Seperti aroma, siklus menstruasi juga mempengaruhi kompleksitas wajah pada wanita. Wanita yang sedang berovulasi, pada bagian pipi akan tampak lebih bercahaya, dan hal tersebut membuat wajah wanita menjadi lebih disukai.
Faktor-faktor yang dijelaskan diatas merupakan faktor yang mempengaruhi kesan pertama dalam menilai seseorang menarik atau tidak secara fisik. Dalam memulai hubungan dengan calon pasangan, proses yang terjadi setelah mengenal individu yang menarik tersebut merupakan sebuah proses yang terpisah. Perlu diingat bahwa meskipun kesan pertama memiliki efek yang cukup penting, kesan pertama bukanlah segalanya. Sprecher dan McKinney (dalam Thompson, 1999) menjelaskan bahwa individu akan lebih sulit untuk memulai sebuah hubungan jika tidak percaya diri akan penampilannya. Oleh karena itu, meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan diri akan fisik dan penampilan merupakan hal pertama yang dapat kita lakukan jika ingin menarik perhatian calon pasangan.

*Visualisasi proporsi wajah, jarak antar mata, lebar hidung dan mulut
vertical_proportion_face
** Visualisasi lebar wajah
5359764
Nova Ariyanto JoNo
Sumber:
Discovery series: The science of sex appeal.

Thompson, J. K., Heinberg, L. J., Altabe, M., Tantleff-Dunn, S. (1999). Exacting Beauty. Washington, DC, US: American Psychological Association.



Thompson, J. K. (2001). Body image, eating disorders, and obesity: An integrative guide for assessment and treatment. Washington, DC, US: American Psychological Association.
Articles from ruang psikologi.com

Hunting Bareng Komunitas Fotografer Semarang

pagi2 jam 5 kurang sepuluh udah bangun tidur dan langsung menuju kamar mandi buat setoran pagi (seperti biasanya), setelah itu harus ke mushola untuk sholat subuh dan gosok gigi. Setelah sholat dan berpakaian siap tempur langsung tancap gas menuju ke klenteng Tay Kak Sie, padahal alat2 tadi malam nonton bareng ma anak2 kampus lum diberesin. Di luar udara dingin banget, motor aku kebut meski jalanan rada basah tapi pastinya tetep ati2 karen aku gak mau kecelakaan lagi. Untungnya pagi masih sepi, dan jalan lum begitu rame, aku takut telat datang ke tempat kumpul KFS (komunitas fotografer semarang) so aku ngebut....wussssss.

Akhirnya nyampe juga di klenteng Tay Kak Sie, pas barengan sama beberapa temen KFS yang baru aja datang, ternyata belum pada datang semua. Sebenernya acara dimulai hunting jam 6.15, tapi biasa lah, takut pada molor jadi waktunya diaju2kan, biar pada datang tepat waktu. Akhirnya bisa berjumpa dengan master2nya fotografi di semarang yang mayoritas adalah orang2 yang udah pada kerja, yang masih kuliah kali itu yang datag cuman beberapa termasuk aku. Sebelum berangkat kita ngambil objek di klenteng Tay Kak Sie dulu, mumpung lagi ada prosesi di pagi hari, dan setelah itu kita foto bareng2 dulu, trus jalan menyusuri pasar sayuran (mungkin lebih tepatnya pasar bumbu), ya pasar bumbu karena yang dijual disitu kabanyakan cabe, bawang merah-putih, dan beberapa bumbu laen. Jalanan di pasar becek banget sampe2 celana panjangku bawahnya kotor bangets (tu lihat kakiku). Yah, meski celana kotor tapi aku tetep aja nekat, biarin yang penting hepi, dan itu bukan halangan buat berhenti sampe sini (tapi besok lagi pake celana pendek deh). Hunting masih berlanjut hingga masuk2 ke pasar2 bumbu, dan masuk dan masuk lagi, hingga di dalam di dalam pasar itu rame bangets, kayak ada apa gituh. Para pedangan rame sendiri dengan pose2 mereka, ada yang mau difoto tapi ada beberapa juga yang gak mau difoto dengan alasan malu dan sebagainya, tapi seru juga seh, laen kali gak boleh ketinggalan deh, harus ikuta gathering kayak gini lagi dengan temen2 KFS. Selain mendapatkan foto yang hancur2 dan celana kotor, aku juga mendapatkan hidung pedes dengan adanya banyak cabe dimana2 dan begitu dekat dengan badan, hingga hidungku terasa pedes bangets.

Perjalanan berlanjut kembali ke rumah2 penduduk dan kita ambil beberapa pose penduduk2 sekitar, bahkan kita juga masuk ke dalam rumah2 mereka yang unik itu, yah meski kecil tapi rumahnya tingkat dan kerenya lagi satu kamar bisa dihuni oleh 4 orang atau bahkan lebih. Setelah dari rumah tua itu (oh ya, rumah itu termasuk peninggalan jaman perang), tapi aku gak tau jaman apa (jepang apa belanda), perjalanan berlanjut ke pinggir2 sungai yang kotor dengan warna airnya hijau luar biasa baunya. Ternyata menyusuri sungai adalah kegiatan akhir dalam gathering kali ini, karena setelah menyusuri sungai dan berhenti di warung pinggir sungai perjalanan berlanjut ke klenteng Tay Kak Sie, kumpul bentar (ngobrol2) trus pada pulang ke habitatnya masing2. Yah, kira2 begitulah cerita yang gak serunya, yang serunya aku gak mau cerita, karena kalo diceritakan aku yang capek lagi, udah capek hunting disuruh cerita pula.

12 November 2009

Lomba Foto "Ekspresi"


TP 07 Community Present :

LOMBA PHOTO "EKSPRESI"
TEMA : EKSPRESI KU, DIA, DAN MEREKA

TEMPAT PENDAFTARAN :
GEDUNG A3 LANTAI 2
FIP - UNNES ( 09.00 WIB - 15.00 WIB )
SEKARAN
SELAMBAT-LAMBATNYA 22 NOVEMBER 2009

BIAYA PENDAFTARAN :
Rp. 20.000,-

 

HADIAH :
- Juara I - Rp. 500.000,-
- Juara II - Rp. 300.000,-
- Juara III - Rp. 200.000,-

PERSYARATAN LOMBA :
- Terbuka untuk umum
- Foto harus sesuai dengan tema lomba
- Jumlah foto dibatasi satu peserta satu foto
- Foto asli milik sendiri bukan orang lain
- Foto belum pernah dipublikasikan
- Persyaratan Lengkah bisa diDOWNLOAD DISINI

Contact Person :
Yossi (08572780992)
Mayang (085640075815)
Download Persyaratan

Pasang Info ini di BLOG, WEBSITE kamu dengan meng-copy-paste kode di kolom bawah ini ke dalam BLOG dan WEBSITE kamu




NB: maaf masih ada yang perlu direvisi jadi belum bisa didownload persyaratannya
 
Home I Pacarku I Pictures I My Friends I Download I Hidup Tanpa Judul. Supported by BilikBAMBOO.Corp